Selesaikan-proses-pembentukan-dan-pemahaman-tulang
General

Selesaikan proses pembentukan dan pemahaman tulang

Selesaikan proses pembentukan dan pemahaman tulang

Definisi tulang

Tulang adalah organ dengan struktur keras dan kaku yang membingkai manusia. Organ termasuk rangsangan dinamis dan terus berubah dari lingkungan.

Selesaikan-proses-pembentukan-dan-pemahaman-tulang

Kerangka atau tulang adalah penyangga tubuh vertebrata. Tubuh tidak bisa berdiri tegak tanpa tulang. Tulang mulai membentuk bayi di dalam rahim dan tetap stabil selama dekade kedua.

Memahami tulang adalah keberadaan jaringan yang kuat dan keras yang membentuk tubuh. Tubuh tidak bisa berdiri tegak tanpa tulang. Tulang memiliki fungsi dalam sistem muskuloskeletal. Orang selalu bergerak dalam kehidupan sehari-hari.

Sistem muskuloskeletal manusia didukung oleh dua komponen utama yaitu tulang dan otot. Otot adalah instrumen gerakan aktif dan tulang adalah mesin pasif. Tulang adalah motor pasif karena tidak bisa bergerak sendiri, tetapi harus digerakkan dengan otot.

Beberapa tulang dapat meleleh dan membentuk tulang yang kuat, seperti yang terjadi selama pertumbuhan (bayi memiliki 300 tulang, dewasa hanya 206. Tulang dapat menipis atau menebal, menyusut atau membesar, atau menguat jika perlu. Misalnya, tumbuh kembali jika terdapat tulang. terluka, tidak meninggalkan luka.
Proses pembentukan tulang

1. Pembentukan tulang di rahim

Pada tulang bayi, proses pembentukan tulang ini diperlukan satu kali untuk proses pertumbuhan agar bisa berfungsi dengan baik. Tulang ini pada manusia tumbuh saat janin sedang hamil. Diperlukan waktu sekitar 6 hari hingga 7 minggu.

Saat tulang tumbuh, mereka terus membentuk tulang rawan (cartilage), yang terdiri dari sel mesenkim. Meskipun tulang ini masih sangat sensitif terhadap tulang ini, tulang ini mengeras seperti seharusnya. Pembentukan tulang dipengaruhi oleh kalsium dan hormon plasenta.

2. Pembentukan tulang pada bayi

Setelah lahir, tulang bayi mengeras dalam formasi yang sangat dipengaruhi oleh kalsium dan juga beberapa hormon pertumbuhan. Hormon yang mempengaruhi aliran pertumbuhan adalah:

Osteoblas

Ini berfungsi untuk mengaktifkan pertumbuhan tulang, sedangkan untuk osteoklas itu sendiri kebalikan dari fungsi osteoblas yang menghambat proses pertumbuhan.
Lihat juga: Perbedaan Senyawa dan Campuran

Ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan. Untuk pertumbuhan yang disebabkan oleh osteoblas misalnya jari tangan, tinggi badan, dll adalah pertumbuhan tulang yang normal pada orang dewasa.

Osteoklas

Penghambatan proses pertumbuhan dalam artian pengereman disini dapat mengubah kalsium fosfat yang tidak larut menjadi garam kalsium yang larut untuk tulang rawan (tulang rawan) seperti telinga dan lain-lain.

3. Pertumbuhan dan perkembangan tulang

Pada janin awal, semua tulang terbuat dari tulang rawan, di mana tulang relatif mudah diubah, yang bisa jadi sulit karena pembentukan tulang ini (pengerasan).

Ketika pembentukan tulang (osifikasi) terjadi di tulang rawan yang berasal dari jaringan mesenkim (jaringan embrionik), ini digantikan oleh endapan mineral.

Pertumbuhan tulang yang berasal dari tulang ini akan terus meningkat selama lengan, tangan dan kaki tumbuh sepanjang hidup di dunia.

Sedangkan untuk tulang itu sendiri, pertumbuhannya berhenti pada usia 20 tahun. Setelah tulang rawan terbentuk, rongga tersebut diisi oleh osteoblas (sel yang memicu pertumbuhan tulang).

4. Proses pembentukan tulang

Kerangka manusia mulai ada saat manusia masih dalam fase TK dari tulang rawan embrionik (tulang rawan). Pembentukan tulang rawan pada embrio terjadi dalam bentuk sel mesenkim, yang diisi dengan osteoblas saat terbentuk.

Osteoblas mana yang bertindak sebagai pengubah garam kalsium dan magnesium, yang larut dalam garam kalsium yang tidak larut dalam darah.

Selain itu, fungsinya juga lain, yaitu tulang keras membuat sel-sel yang kemudian mengisi jaringan di sekitarnya dan membentuk ostecyte (sel tulang).

Sel-sel tulang ini terbentuk dari dalam ke luar (secara konsentris), yang kemudian mengelilingi pembuluh tanah dan serabut saraf membentuk sistem Haversian.

Sel-sel tulang (osteosit) dikelilingi oleh susunan protein pembentuk matriks tulang. Matriks tulang ini mengeras karena adanya persendian yang dapat menyulitkan. Senyawa ini terdiri dari garam kapur (CaCO3) dan garam fosfat (CA3 (PO4) 2).

Di dalam tubuh kita terdapat sel yang dapat menyerap tulang dari tulang yang rusak dan juga rusak oleh kedua tulang yang terisi oleh sumsum tulang, sel yang disebut sel osteoklas.

 

 

LIHAT JUGA :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/
https://ruangseni.com/
https://www.kakakpintar.id/
https://www.belajarbahasainggrisku.id/
https://duniapendidikan.co.id/
https://pengajar.co.id/
https://ppidkabbekasi.id/
https://appbrain.co.id/
https://nomorcallcenter.id/
https://callcenters.id/