Korupsi-definisi-karakteristik-faktor-bentuk-metode-dan-contoh
Umum

Korupsi: definisi, karakteristik, faktor, bentuk, metode dan contoh

Rate this post

Definisi korupsi
Buka baca cepat

Korupsi adalah tindak pidana yang dilakukan oleh seseorang. Tindak pidana korupsi itu sendiri merupakan kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk memperkaya diri sendiri atau suatu kelompok dimana kegiatan tersebut sangat merugikan bangsa dan negara serta melanggar hukum yang berlaku.

Korupsi-definisi-karakteristik-faktor-bentuk-metode-dan-contoh
Pengertian korupsi menurut para ahli

Pengertian korupsi menurut para ahli adalah sebagai berikut:
1. Gunnar Myrdal

Memahami Korupsi Menurut Gunnar Myrdal, hal ini menjadi masalah dalam pemerintahan karena kebiasaan suap dan ketidakjujuran membuka jalan bagi terungkapnya tindak pidana korupsi dan hukuman terhadap pelaku kejahatan. Tindakan pemberantasan korupsi umumnya dijadikan dasar pemikiran SRC militer.

2. Robert Klitgaard

Pengertian korupsi Menurut Robert Klitgaard, itu adalah perilaku yang menyimpang dari tugas resmi posisinya di negara, yaitu status atau keuntungan moneter dalam kaitannya dengan individu atau individu, kerabat dekat, kelompok sendiri atau melalui pelanggaran peraturan pelaksanaan yang berkaitan dengan Perilaku orang.

3. Juniadi Suwartojo (1997)

Pengertian Korupsi Menurut Juniadi Suwartojo adalah perilaku atau tindakan dari satu atau lebih orang yang melanggar norma yang berlaku dengan menggunakan dan / atau menyalahgunakan kekuasaan atau peluang selama proses pengadaan, penetapan biaya pendapatan atau pemberian fasilitas atau kegiatan jasa lainnya dan / atau membelanjakan uang atau harta benda, menyimpan uang atau harta benda, dan menerbitkan izin dan / atau jasa lain untuk kepentingan pribadi atau kelompok, sehingga secara langsung atau tidak langsung bermanfaat bagi kepentingan dan / atau keuangan negara / merugikan masyarakat.
4. Prof. Subekti

Pengertian korupsi menurut Prof. Subekti merupakan perbuatan pertama yang memperkaya diri sendiri yang secara langsung merugikan negara atau perekonomian negara.
5. Huntington (1968)

Pengertian Korupsi Menurut Huntington, perilaku PNS menyimpang dari norma yang diterima masyarakat, dan perilaku menyimpang ini ditujukan untuk melayani kepentingan pribadi.
6. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1960

Pengertian korupsi Menurut UU No. 24/1960, korupsi adalah perbuatan yang dilakukan oleh seseorang dengan atau karena perbuatan kejahatan atau karena penyalahgunaan jabatan atau jabatannya.
Bentuk korupsi

Ada berbagai bentuk korupsi yang terdiri dari:

Penyalahgunaan properti institusional, privatisasi anggaran negara, penipuan dan pencurian
Penyalahgunaan wewenang, kesempatan dan fasilitas
Perkaya diri sendiri dan orang lain
Keuangan yang tidak menguntungkan dan perekonomian negara
Menerima hadiah, biaya, fasilitas dan hiburan, perjalanan yang tidak pantas.
Penggelapan dan pemerasan
Terlibat dalam penggelapan dana dan pengadaan barang
Dapatkan kepuasan
Mengabaikan keadilan, melanggar hukum, membuat pernyataan palsu, memenjarakan secara ilegal, membingkai

Baca lebih lanjut: Perjanjian internasional
Karakteristik korupsi

Berikut ciri-ciri korupsi secara umum, diantaranya sebagai berikut:

Tindakan korupsi biasanya dilakukan secara berkelompok atau melibatkan lebih dari satu pelaku.
Secara umum bersifat rahasia, tertutup, terutama motif di balik undang-undang korupsi.
Korupsi ini tidak hanya terjadi pada PNS dan anggota birokrasi. Namun korupsi juga dapat terjadi di organisasi swasta dan perusahaan.
Korupsi bisa berupa suap, uang kopi, uang tempel, semir, dan penghalusan uang, baik berupa uang tunai, barang, maupun perempuan.
Korupsi memiliki berbagai bentuk, yaitu berupa uang atau benda yang disediakan oleh pelaku tertentu untuk menghasilkan keuntungan.
Setiap tindakannya melanggar norma, tugas dan tanggung jawab dalam tatanan sosial.
Di perusahaan swasta, korupsi biasanya dilakukan melalui sumbangan untuk mendapatkan rahasia perusahaan.
Kegiatan korupsi pada umumnya didasarkan pada niat sengaja untuk menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi.

Faktor Penyebab Korupsi
1. Faktor internal

Faktor internal merupakan faktor utama penyebab terjadinya korupsi yang bersumber dari dirinya yaitu sifat dan karakter seseorang yang mempengaruhi segala tindakannya. Beberapa di antaranya termasuk dalam faktor internal berikut:

Keserakahan, sifat pada orang yang menginginkan sesuatu lebih dari kebutuhan mereka dan merasa semakin berkurang
Kehidupan konsumen, perilaku manusia yang selalu ingin memenuhi kebutuhan yang tidak terlalu penting

 

Lihat Juga :

https://laelitm.com/gb-whatsapp/
https://inibiodata.com/gb-whatsapp/
https://4winmobile.com/gb-whatsapp/
https://ekosistem.co.id/gb-whatsapp-pro-apk/
https://laelitm.com/video-bokeh-museum/
https://inibiodata.com/video-bokeh-museum/
https://ekosistem.co.id/video-bokeh-museum/
https://4winmobile.com/video-bokeh-museum/
https://bpm.uai.ac.id/gb-whatsapp/
http://pgpaud.fip.unp.ac.id/gb-whatsapp-pro-2021/